Senin, 19 Desember 2016

Memanfaatkan fitur Rollback BtrFS

Salah satu fitur yang sangat berguna di openSUSE yang menggunakan filesystem BtrFS adalah Snapshot. Dengan Snapshot, kita bisa memutar balik sistem ke sesi sebelumnya dengan menggunakan perintah snapper.

Manfaatnya bisa dirasakan misalnya ketika sistem mengalami kegagalan setelah kita mengutak-atik sesuatu pada sistem atau update yang gagal karena koneksi internet terputus atau daya listrik/baterai tiba-tiba mati. Atau bisa juga rusak karena kita mencoba driver baru. Atau bisa faktor lain, seperti yang saya lakukan, yaitu mencoba software alternatif, tapi ternyata kurang memuaskan. Kita bisa melakukan uninstall, tapi bisa saja ada file yang tertinggal, tidak sepenuhnya bersih. Dengan mengembalikan sistem ke sesi sebelum kita menginstall software tersebut, semua kembali seperti semula, tanpa jejak.

Ada dua cara untuk mengembalikan sistem ke sesi lama, yang pertama dengan perintah sudo snapper undochange PRE..POST, dimana PRE dan POST adalah nomor Snapshot sebelum dan setelah perubahan terjadi. Untuk melihat nomor PRE dan POST, kita bisa menjalankan perintah sudo snapper list. Di sana akan tertera nomor PRE, nomor POST, tanggal Snapshot dibuat dan keterangan lainnya.

Cara kedua adalah dengan booting ke salah satu Snapshot pada Grub2. Yang perlu diperhatikan saat booting ke Snapshot ini adalah Snapshot yang kita pilih tidak menyertakan Kernel untuk dijalankan, jadi saat dipilih akan ada peringatan sistem tidak bisa dijalankan. Jadi cara yang benar adalah kita pilih Snapshot untuk dijalankan, setelah itu pilih Kernel yang tampil kemudian di bawah nomor Snapshot yang telah kita pilih untuk dijalankan pada Grub2.

Setelah berhasil masuk ke Snapshot yang dipilih, kita bisa memeriksa semua, apakah sesuai dengan yang kita inginkan. Perlu diingat bahwa sistem dari Snapshot ini read-only, jadi kita tidak bisa memodifikasi isinya. Setelah kita yakin semua sesuai dengan yang kita inginkan, kita tinggal menjalankan perintah sudo snapper rollback.

Setelah selesai, reboot komputer, lalu login seperti biasa tanpa harus memilih Snapshot lagi. Sistem akan kembali berjalan seperti sebelum perubahan terjadi. Kerusakan baik karena modifikasi atau instalasi driver yang gagal, update yang gagal atau software yang sebelumnya diuji coba akan hilang.

Jumat, 16 Desember 2016

Menyembunyikan lost+found

Folder/direktori lost+found biasanya ada di partisi dengan filesystem keluarga EXT (ext2, ext3, ext4). Direktori ini digunakan saat sistem melakukan fsck. Saat tidak melakukan fsck, direktori ini tidak terlalu berguna, jadi dihapus pun sebenarnya tidak masalah. Sistem akan otomatis membuatnya kembali saat fsck dijalankan.

Tapi ada cara lain yang lebih elegan jika Anda yang menggunakan filesystem ext2, ext3 atau ext4 dan merasa terganggu dengan kehadiran direktori ini, yaitu dengan menyembunyikannya.

Caranya adalah dengan membuat sebuah file teks tersembunyi dengan nama .hidden. Jangan lupa tanda titik di awal nama file, ini yang membuat dia menjadi file tersembunyi. Isi file tersebut dengan nama-nama file dan/atau folder yang ingin disembunyikan. Dalam hal ini, kita akan menyembunyikan lost+found, jadi isi file tersebut dengan lost+found.

Setelah selesai mengedit file .hidden, direktori lost+found akan langsung tersembunyi. Jika tidak, coba refresh file manager dengan menekan tombol F5 di keyboard.

Selasa, 22 November 2016

Menggunakan zRam sebagai Swap

Pengguna Linux yang menggunakan SSD biasanya sayang jika harus menggunakan sebagian partisinya untuk swap, karena mungkin berpikir akan lebih cepat membuat rusak SSD mereka. Atau ada juga orang yang menggunakan HDD merasa sayang membuat swap dengan alasan RAM yang dimiliki sudah cukup besar. Padahal swap tetap dibutuhkan seberapa besar pun RAM yang dimiliki. Sebab orang menyediakan RAM besar karena kebutuhan komputasinya juga besar. Selain itu, proses komputer yang berjalan hanya saat booting dan setelah itu tidak akan digunakan lagi akan lebih baik jika masuk swap untuk membuat ruang RAM menjadi lebih optimal. Lalu juga ada pendapat dari orang-orang yang sangat teliti, yang mengatakan bahwa mereka merasakan perbedaan ketika menggunakan komputer dengan swap dan tanpa swap. Mereka mengatakan bahwa komputer tanpa swap akan ada sedikit lag bila dibanding dengan komputer yang menggunakan swap walaupun dengan RAM yang sama-sama besar.

Solusi untuk ini adalah dengan memanfaatkan zRam sebagai swap. zRam akan membuat swap terkompresi di RAM. zRam bisa dijalankan dengan perintah zramctl. Anda bisa melihat opsi apa saja yang digunakan dengan zramctl dengan perintah sudo zramctl --help atau man zramctl.

Untuk membuat 1 GB swap dengan zRam, Anda bisa menjalankan perintah berikut;
sudo zramctl --find --size 1024M /dev/zram0
sudo mkswap /dev/zram0
sudo swapon /dev/zram0

Dan untuk menghapusnya, jalankan perintah berikut;
sudo swapoff /dev/zram0
sudo zramctl --reset /dev/zram0

Atau dengan mematikan komputer.

Karena bila komputer dimatikan atau dijalankan ulang swap akan hilang, maka jika Anda ingin swap otomatis tersedia saat Anda menjalankan komputer, Anda perlu membuat sebuah servis yang akan diinisialisasi oleh Systemd dengan cara seperti berikut;

Buat sebuah file di /usr/lib/systemd/system dengan nama zramswap.service dan isi file tersebut dengan;

[Unit]
Description=Service enabling compressing RAM with zRam
After=multi-user.target

[Service]
Type=oneshot
ExecStart=/usr/sbin/zramswapon
ExecStop=/usr/sbin/zramswapoff
RemainAfterExit=yes

[Install]
WantedBy=multi-user.target

Lalu buat dua buah file di /usr/sbin dengan nama zramswapon dan zramswapoff. Isi zramswapon dengan;

#!/bin/bash

num_cpus=$(grep -c processor /proc/cpuinfo)
[ "$num_cpus" != 0 ] || num_cpus=1
decr_num_cpus=$((num_cpus - 1))

mem_total_kb=$(grep MemTotal /proc/meminfo | grep -E --only-matching '[[:digit:]]+')
mem_total=$((mem_total_kb * 1024))

mod_parm=$(modinfo zram |grep parm |tr -s " " |cut -f2 -d ":")
modprobe zram $mod_parm=$num_cpus

for i in $(decr_num_cpus); do
echo $(mem_total / num_cpus)) > /sys/block/zram$i/disksize
done

for i in $(seq 0 $decr_num_cpus); do
mkswap /dev/zram$i
done

for i in $(seq 0 $decr_num_cpus); do
swapon -p 100 /dev/zram$i
done


Ini akan membuat file swap sejumlah core prosesor dengan kapasitas sebesar RAM.

Dan isi file zramswapoff dengan;

#!/bin/bash

num_cpus=$(grep -c processor /proc/cpuinfo)
decr_num_cpus=$((num_cpus - 1))

for i in $(seq 0 $decr_num_cpus); do
if [ "$(grep /dev/zram$i /proc/swaps)" != "" ]; then
swapoff /dev/zram$i
fi
done

rmmod zram

Buat ke dua file tersebut executable dengan perintah;
sudo chmod +x /usr/sbin/zramswap*

Lalu jalankan dengan perintah;
sudo systemctl enable zramswap.service

Selesai. Jalankan ulang komputer Anda untuk mengaktifkannya atau dengan perintah sudo systemctl start zramswap.service

*Thanks to Malcolm Lewis for the scripts.

Jumat, 18 November 2016

Upgrade openSUSE Leap 42.1 ke 42.2

Ternyata saya tidak cukup sabar menunggu hingga Sabtu malam. Akhirnya saya melakukan upgrade pada Kamis malam, tanggal 17 November. Dan begini saya melakukan upgrade:

Langkah pertama adalah mengganti repositori 42.1 ke 42.2 dengan membuka YaST2 => Software Repositories. Karena saya hanya menggunakan 5 repositori online, yaitu OSS, Non OSS, Update OSS, Update Non OSS dan Packman dan tanpa repositori OBS satupun. Selebihnya hanya sebuah repositori dari direktori lokal untuk menyimpan file-file .rpm untuk diinstall ketika dibutuhkan.

Saya hanya mengedit URL, dan mengganti semua angka 42.1 menjadi 42.2 seperti ini:
http://download.opensuse.org/distribution/leap/42.1/repo/oss/ menjadi http://download.opensuse.org/distribution/leap/42.2/repo/oss/
http://download.opensuse.org/distribution/leap/42.1/repo/non-oss/ menjadi http://download.opensuse.org/distribution/leap/42.2/repo/non-oss/
http://download.opensuse.org/update/leap/42.1/oss/ menjadi http://download.opensuse.org/update/leap/42.2/oss/
http://download.opensuse.org/update/leap/42.1/non-oss/ menjadi http://download.opensuse.org/update/leap/42.2/non-oss/
http://ftp.gwdg.de/pub/linux/misc/packman/suse/openSUSE_Leap_42.1/ menjadi http://ftp.gwdg.de/pub/linux/misc/packman/suse/openSUSE_Leap_42.2/

Setelah selesai mengubah semua repositori online, saya menambahkan sebuah subvolume btrfs baru (/var/cache) seperti yang disarankan di Release Notes openSUSE Leap 42.2. Caranya, buka terminal (XTerm), lalu jalankan perintah-perintah beriku:
sudo mount /dev/sda2 -o subvol=@ /mnt (catatan: partisi root saya ada di sda2)
dilanjutkan dengan
sudo btrfs subvol create /mnt/var/cache
dilanjutkan dengan
sudo mv /var/cache/* /mnt/var/cache/
dilanjutkan dengan
sudo umount /mnt
dan diakhiri dengan
sudo mount /var/cache

Lalu tambahkan subvolume baru tersebut ke /etc/fstab dengan entri:
UUID=(karakter-acak-UUID-yang-sesuai-dengan-UUID-root) /var/cache btrfs subvol=@/var/cache 0 0

Setelah selesai dengan semua proses di atas, saya beralih keluar dari GUI dengan menekan tombol Ctrl + Alt + F1, lalu jalankan perintah:
sudo zypper refresh dan sudo zypper dup

Proses upgrade memakan waktu yang cukup lama karena koneksi internet saya tidak terlalu cepat. Total paket yang didownload adalah sebanyak 1624 paket dengan total sekitar 1.1 GB.

Setelah proses download dan install selesai, jangan langsung kembali ke GUI, tapi jalankan perintah systemctl reboot. Setelah itu, saya bisa langsung menggunakan openSUSE versi baru dengan Plasma 5 versi baru juga, yang seperti kata banyak orang, Plasma 5 versi 5.8 ini sangat cepat bila dibandingkan dengan versi sebelumnya.

Anda bisa mengikuti apa yang saya lakukan untuk upgrade openSUSE Leap 42.1 ke versi 42.2, atau bisa juga mengikuti cara resmi yang ada di alamat ini.

Selamat mencoba dan selamat menikmati openSUSE baru.


Update:
  • Untuk melakukan upgrade ke versi 42.3, bisa dibaca di sini.

Rabu, 16 November 2016

openSUSE Leap 42.2

Tepat setahun lebih sepuluh hari dari rilis openSUSE Leap 42.1, hari ini penerusnya, openSUSE Leap 42.2 resmi dirilis. Dan seperti versi sebelumnya, versi ini (dan mungkin juga seterusnya) hanya menyediakan sistem operasi 64 bit saja. Jadi untuk Anda yang menginginkan sistem operasi 32 bit, sebaiknya gunakan openSUSE Tumbleweed saja.

Saya sendiri belum melakukan upgrade pada sistem saya. Rencananya saya akan melakukan upgrade secara online, tidak menggunakan file iso lagi, supaya file-file yang diunduh secara keseluruhan tidak terlalu besar. Mungkin akan saya lakukan pada Sabtu malam (Minggu dini hari) yang akan datang, sambil nonton Liga Inggris. :D

Bagi Anda yang sudah tidak sabar ingin mencoba, silakan kunjungi website openSUSE di openSUSE.org. Atau langsung menuju halaman download di software.opensuse.org. Atau bisa juga langsung memilih apa yang ingin Anda gunakan di download.opensuse.org.

Berita tentang rilis ini bisa di baca di sini.

Selasa, 01 November 2016

Quran - Tafsir Jalalain

Setelah beberapa lama saya mengerjakannya, akhirnya aplikasi pertama saya berhasil saya masukkan ke Google Play Store, dengan nama Quran - Tafsir Jalalain.

Proses dari pembuatan hingga akhirnya berhasil masuk ke Google Play Store agak lama karena saya harus memastikan isi tafsir dari aplikasi ini sesuai dengan yang seharusnya, supaya tidak menyebabkan kesesatan pemahaman kepada orang awam. Oleh karenanya saya minta seorang teman yang seorang ahli dalam agama Islam untuk memeriksanya buat saya. Terima kasih untuk Ustadz Ahmad Zakariya Ramdhani dari Pondok Pesantren Al-Maqom, Cibabat, Kota Cimahi.

Selain memastikan isinya sesuai, juga yang membuat aplikasi ini agak lama masuk Google Play Store adalah karena saya tidak punya Kartu Kredit sebagai syarat untuk mendaftar ke Google Play Developer Console. Jadi saya harus mencari dulu Virtual Credit Card untuk bisa digunakan sebagai penggantinya. Dan alhamdulillah, akhirnya saya mendapatkannya.

Bagi yang tertarik ingin mencoba, aplikasi ini bisa dipasang melalui Google Play Store, klik saja di sini. Jangan lupa beri rating yang bagus. Terima kasih. ;)

Saya juga membuat sebuah halaman di blog ini yang nantinya berisi semua aplikasi yang saya buat. Lihat menu di atas, atau klik di sini.

Selasa, 25 Oktober 2016

Memindahkan Blogger ke akun Google lain

Awalnya akun Google saya menggunakan alamat email Yahoo, karena Gmail dalam perjanjian layanannya menyebutkan bahwa pihak Google bisa/boleh melihat email penggunanya, jadi lebih baik saya menggunakan akun Google tanpa Gmail saja.

Kemudian isu terbaru beberapa waktu lalu diketahui bahwa ternyata Yahoo membuat sebuah software yang memungkinkan lembaga milik pemerintah Amerika untuk membuka isi email pengguna Yahoo berdasarkan pencarian kata kunci tertentu. Yang tentu saja ini lebih buruk dari kebijakan Google di atas, walaupun mungkin saja Google juga ketika diminta akan melakukan hal yang sama, membagi informasi penggunanya kepada lembaga milik pemerintah Amerika tertentu, seperti NSA, CIA, FBI, dll.

Atas dasar itu saya kemudian membuat alamat email baru dari layanan yang lain, yaitu ProtonMail, yang katanya setiap akun di sana dienkripsi, sehingga pemilik layanan ProtonMail sendiri tidak akan bisa membuka isi email penggunanya, karena yang memiliki sandi enkripsi hanya pemilik akun saja.

Untuk memindahkan blog Blogger dari akun Google lama ke akun yang baru, kita hanya perlu mengundang alamat email dari akun Google baru di halaman admin Blogger dan menjadikannya Admin blog, lalu menghapus akun Google yang lama setelah login menggunakan akun baru.

Cara untuk menambahkan akun baru ada di halaman Setelan --> Dasar pada halaman admin blog. Tambahkan alamat email akun baru Google di sana, kemudian login ke akun email untuk menerima permintaan undangan. Setelah itu login ke akun Google baru, untuk melakukan konfirmasi permintaan undangan. Lalu login lagi ke akun Google lama untuk menjadikan akun baru sebagai Admin blog. Setelah itu kita bisa login menggunakan akun baru untuk menghapus pengguna akun Google lama.

Selesai. Kita bisa mulai melanjutkan blog dengan menggunakan akun Google yang baru. Jika Anda mengalami hal yang sama dengan cerita saya, Anda juga bisa membuat akun Google baru dan memindahkan blog Anda ke sana dengan cara yang sama.

Minggu, 02 Oktober 2016

Selamat tahun baru 1438 H

Selamat tahun baru 1 Muharram 1438 Hijriyah bagi semua umat Islam di seluruh dunia. Bersamaan dengan tahun baru Hijriyah, berikut ini adalah perkiraan tanggal 1 (satu) setiap bulan dalam penanggalan Hijriyah selama satu tahun ke depan. Semoga tidak meleset.

  • 1 Muharram 1438 H bertepatan dengan tanggal 2 Oktober 2016 (hari ini)
  • 1 Safar 1438 H bertepatan dengan tanggal 1 November 2016
  • 1 Rabiul Awwal 1438 H bertepatan dengan tanggal 1 Desember 2016
  • 1 Rabiul Akhir 1438 H bertepatan dengan tanggal 31 Desember 2016
  • 1 Jumadil Awwal 1438 H bertepatan dengan tanggal 29 Januari 2017
  • 1 Jumadil Akhir 1438 H bertepatan dengan tanggal 28 Februari 2017
  • 1 Rajab 1438 H bertepatan dengan tanggal 29 Maret 2017
  • 1 Sya'ban 1438 H bertepatan dengan tanggal 28 April 2017
  • 1 Ramadhan 1438 H bertepatan dengan tanggal 27 Mei 2017
  • 1 Syawal 1438 H bertepatan dengan tanggal 25 Juni 2017
  • 1 Dzulqa'dah 1438 H bertepatan dengan tanggal 25 Juni 2017
  • 1 Dzulhijjah 1438 H bertepatan dengan tanggal 23 Agustus 2017
  • 1 Muharram 1439 H bertepatan dengan tanggal 21 September 2017 (tahun baru tahun depan)

Perkiraan ini saya hitung menggunakan software Stellarium. Untuk pengguna openSUSE, Stellarium bisa dipasang dengan perintah sudo zypper install stellarium, untuk pengguna Mageia/Mandriva dengan perintah urpmi stellarium sebagai root, untuk pengguna Ubuntu dengan perintah sudo apt-get install stellarium, untuk pengguna Fedora dengan perintah sudo dnf install stellarium. Untuk distro lain, silakan merujuk ke halaman wiki masing-masing distro.

Rabu, 14 September 2016

Jika tidak ada gambar pada video di VLC

VLC adalah multimedia player favorit saya beberapa tahun terakhir ini, karena fiturnya yang multifungsi. Bukan cuma untuk memutar media seperti musik atau video saja, tapi juga bisa untuk merekam dari webcam atau merekam desktop. Atau bisa juga untuk streaming dari situs berbagi video seperti Youtube atau yang lainnya.

Di distro yang saya gunakan dulu, setelah dipasang, VLC bisa langsung digunakan untuk memutar berbagai macam file multimedia. Tapi ketika pertama kali saya menggunakannya di openSUSE, ketika memutar file .mp4, yang muncul hanya suaranya saja, sedangkan gambarnya hanya beruba gambar hitam saja, gelap gulita.

Setelah mencari solusi ke sana ke mari, akhirnya saya mendapat petunjuk. Ternyata ada yang harus diubah di Preference, yaitu pada pengaturan Input/Codecs. Saat pertama kali VLC dijalankan, pengaturan Hardware-accelerated decoding ada pada pilihan Automatic. Untuk memperbaiki masalah ini, kita hanya perlu mengubahnya menjadi VA-API video decoder via X11.

Setelah mengubah pengaturan tersebut, semua jenis file multimedia bisa diputar dengan sempurna.

Minggu, 11 September 2016

Memperbaiki teks tooltip software GTK2 yang tak terlihat

Ada kalanya software-software GTK yang dijalankan di KDE Plasma berjalan tidak sempurna. Di dalam openSUSE Leap 42.1, kasus ini menimpa saya dalam bentuk tooltip yang tidak terlihat. Ini karena background berwarna putih, padahal teks juga dengan warna yang sama. Jika ini juga Anda alami, maka cara yang saya lakukan bisa Anda terapkan juga.

Caranya juga sangat mudah, kita hanya perlu mengubah warna teks dan background tooltip pada file /usr/share/themes/Breeze/gtk-2.0/gtkrc. Buka file tersebut dengan teks editor sebagai root, saya biasanya menggunakan vi/vim untuk membuka file teks sebagai root, dengan perintah;

sudo vi /usr/share/themes/Breeze/gtk-2.0/gtkrc

Lalu cari baris dengan teks gtk-color-scheme = "tooltip_bg_color:#31363B\ntooltip_fg_color:#FCFCFC". Di sini, saya menemukannya pada baris ke-7.

Ubah kode warna-warna tersebut. Saya hanya menukarnya saja, dari "tooltip_bg_color:#31363B\ntooltip_fg_color:#FCFCFC" menjadi "tooltip_bg_color:#FCFCFC\ntooltip_fg_color:#31363B".

Setelah selesai mengubahnya, simpan dan tutup file tersebut. Perubahan bisa dilihat langsung setelah kita menjalankan ulang software GTK2, seperti GIMP atau Inkscape. Jika tidak, coba jalankan ulang komputer (restart/reboot).

Kamis, 18 Agustus 2016

Jadwal Liga Inggris di Thunderbird

Liga Inggris kini dengan wajah baru. Logo baru, nama baru (tanpa embel-embel nama sponsor), juga tampilan website baru. Dan satu lagi yang baru fans sekarang bisa mendapatkan jadwal kompetisi di kalender mereka.

Untuk kebutuhan ini, saya biasanya menggunakan Thunderbird dengan ekstensi Lightning yang sudah terintegrasi di dalamnya dan bisa diaktifkan saat pertama kali kita menjalankan Thunderbird.

Untuk menambahkan jadwal Liga Inggris ke Thunderbird, kita bisa buka tab Calendar dengan mengklik ikon kalender di sebelah kanan atas. Lalu pada tab Calendar, klik kanan pada panel sebelah kiri, dibawah kalender dengan nama Home. Pada pop up menu yang muncul setelah klik kanan, pilih New Calendar.... Pada pop up window yang muncul, pilih On the Network, lanjutkan dengan mengklik tombol Next. Pada pilihan selanjutnya, biarkan pilihan Format tetap pada iCalendar (ICS), lalu isi kolom Location dengan webcal://ics.ecal.com/ecal-sub/57b14682160625413bb69db2/Premier%20League.ics lalu klik tombol Next lagi. Pada pilihan selanjutnya, sesuaikan dengan keinginan Anda, lalu klik Finish.

Setelah selesai, jadwal Liga Inggris semua tim untuk musim ini akan tampil di tab Calendar.

Satu hal yang harus Anda ketahui adalah, selama proses menambahkan kalender, komputer harus terhubung ke internet, karena kalender ini menggunakan format webcal yang terhubung langsung dengan server penyedia kalender.

Selasa, 16 Agustus 2016

Jika smartphone Android terkunci

Ini sering terjadi, ketika seseorang membeli sebuah smartphone Android dan ingin memasang aplikasi atau permainan dari Google Play Store, dia meminta orang lain untuk membuatkan akun Google supaya dia bisa membuka Google Play Store. Atau bisa juga dia menggunakan akun Google yang hanya digunakan untuk smartphone itu saja, dia sengaja membuat akun Google baru di smartphone tersebut, tidak menggunakan akun yang dia sudah punya sebelumnya.

Ketika kita bertanya kepada dia, apa nama pengguna dan/atau kata sandi dari akun Google yang ada di smartphone tersebut, dia lupa atau bahkan mungkin tidak tahu.

Masalah kemudian muncul ketika dia mengunci layar smartphone dia dengan sandi, PIN, pola/pattern atau yang lainnya. Kemudian seorang teman atau anak-anak yang masih polos berusaha membuka layar dengan sandi, PIN atau pola/pattern secara acak beberapa kali sehingga membuat smartphone tersebut terkunci secara permanen dan hanya bisa dibuka dengan memasukkan akun Google beserta kata sandinya.

Beberapa orang datang kepada saya dengan masalah seperti ini. Saya tidak tahu apa ada cara yang lebih aman atau lebih elegan. Tapi yang saya lakukan biasanya adalah dengan melakukan factory reset pada smartphone tersebut. Saya katakan terlebih dahulu kepada pemilik smartphone tersebut bahwa semua data yang ada di dalamnya, baik itu foto, video atau musik akan hilang. Begitu juga dengan semua aplikasi dan permainan yang sudah dia pasang akan hilang. Jika dia setuju, baru saya lakukan factory reset.

Caranya yaitu dengan mematikan smartphone tersebut, kemudian menghidupkannya kembali sambil menekan salah satu tombol volume (naik atau turun, tergantung konfigurasi pabrikan pembuat smartphone). Jadi prosesnya, tekan tombol volume naik (atau volume turun, jika volume naik tidak berhasil. Atau bisa juga keduanya secara bersamaan). Sambil tombol volume naik tetap ditekan, nyalakan smartphone dengan menekan tombol power. Ketika smartphone hidup, akan tampil beberapa menu sederhana yang salah satu dari menu tersebut adalah untuk melakukan proses factory reset. Pilih menu tersebut dengan tombol volume turun atau volume naik untuk menggerakan pilihan menu dan tombol power untuk mengeksekusinya. Setelah itu akan ada konfirmasi bahwa smartphone akan melakukan factory reset dan semua data di dalamnya akan hilang terhapus. Pilih pilihan Yes untuk menyelesaikan proses.

Setelah selesai, smartphone akan melakukan restart dan setelah hidup sepenuhnya, dia akan kembali ke pengaturan awal seperti baru dibeli.

Jumat, 05 Agustus 2016

Mengubah ikon set YaST

YaST di openSUSE terbaru menggunakan ikon set Hicolor. Padahal di openSUSE lama saya mendengar katanya menggunakan ikon set Oxygen. Saya tidak tahu ini karena saya termasuk pengguna baru di openSUSE. Ini membuat ikon-ikon di YaST sekarang terlihat lebih buruk dari seharusnya.

Ada cara supaya kita bisa membuat ikon set yang digunakan oleh YaST menjadi Oxygen kembali. Yaitu dengan mengubah symlink ikon di direktori tema YaST dari Hicolor ke Oxygen

Caranya, buka terminal, lalu pindah direktori ke '/usr/share/YaST2/theme/current/' dengan perintah cd /usr/share/YaST2/theme/current. Lalu ganti nama symlink 'icons' jadi apapun yang Anda mau, misal saya mengubahnya menjadi 'icons.asli' dengan perintah sudo mv icons icons.asli. Kemudian buat symlink baru ke arah ikon set oxygen dengan perintah sudo ln -s ../../../icons/oxygen icons.

Setelah selesai dengan perintah-perintah tadi, coba jalankan YaST, kita akan melihat ikon-ikonnya berubah menjadi ikon set 'Oxygen'.

Dan sekarang YaST jadi kembali terlihat menjadi lebih indah. :D

Minggu, 10 Juli 2016

Menginstall file rpm di openSUSE

Di distro Linux yang saya gunakan sebelumnya, untuk menginstall sebuah file rpm saya hanya perlu melakukan double klik saja atau dengan klik kanan => install, seperti di Windows. Tapi di openSUSE, pilihan ini tidak ada.

Ketika masih menggunakan KDE4, ada sebuah paket bernama 'apper' untuk melaksanakan tugas ini. Tapi sejak Plasma 5, status 'apper' deprecated karena fungsi utama 'apper' adalah untuk melakukan update dari paket-paket yang sudah terinstall. Dan Plasma 5 menggunakan 'plasma5-pk-updates' untuk melakukan update, jadi mungkin 'apper' sudah dianggap kurang berguna.

Satu-satunya cara supaya kita bisa melakukan double klik untuk menginstall rpm adalah dengan menambahkan modul 'Software Management' yang dimiliki 'YaST' ke service menu Dolphin atau apapun file manajer yang kita gunakan. Dan andai pun kita telah menambahkan modul tersebut, jika paket yang kita install tidak ada di dalam repositori yang kita gunakan, paket tersebut akan dianggap sebagai Orphaned Package oleh openSUSE.

Jadi bagaimana caranya?

Yang bagus dari openSUSE adalah kita bisa menambahkan sebuah direktori di komputer kita sebagai repositori.

Caranya, simpan semua file rpm yang kita download di sebuah direktori. Setelah itu, buka 'YaST', lalu buka menu 'Software Repositories'. Klik tombol 'Add' di kiri bawah. Di jendela berikutnya, pilih 'Local Directory...', lalu klik tombol 'Next'. Beri nama repositori dan arahkan 'Path to Directory' ke direktori di mana kita menyimpan file-file rpm tadi, lalu klik Next. Setelah selesai, kita akan melihatnya di daftar repositori.

Untuk menginstall paket-paket yang ada di direktori tersebut, kita bisa menjalankan perintah:

sudo zypper install nama_paket

Atau jika ingin lebih mudah, buka menu 'Software Management' di 'YaST'. Lalu klik 'View', dan pilih menu 'Repositories'. Setelah tab 'Repositories' terbuka, cari nama repositori dari 'Local Directory' yang tadi kita tambahkan di sebelah kiri. Cek/centang paket yang ingin kita install dari daftar paket yang muncul di sebelah kanan setelah kita memilih repositori lokal tadi.

Dengan cara ini, file rpm yang kita download manual dari suatu tempat bisa kita install seperti kita menginstall paket-paket pada umumnya tanpa membuat paket tersebut dianggap 'Orphaned Package' oleh openSUSE.

Senin, 04 Juli 2016

Jika openSUSE menjadi semakin lama saat boot

Mungkin ini bukan cuma dialami oleh openSUSE saja, mungkin distro lain yang menggunakan 'systemd' versi tertentu juga mengalaminya.

Setelah beberapa kali melakukan update sistem operasi atau menginstall beberapa paket tiba-tiba sistem yang kita gunakan jadi bertambah durasinya saat booting. Saya bisa menyadari ini, karena di openSUSE Leap 42.1, saat booting ada animasi loading pada layar, saya sering menghitung dan membandingkannya dari satu booting ke booting berikutnya.

Dan ketika saya periksa log booting di '/var/log/boot.log', ternyata ada sebuah proses yang terus berulang, dan semakin lama, durasinya semakin bertambah. Dalam log, proses ini bernama A start job is running for .... Titik-titik ini bisa proses apa saja. Dalam hal ini, yang saya alami adalah 'SuSEfirewall2 phase 1'. Tapi bisa juga yang lain, 'Wicked' misalnya, atau 'Display Manager', 'Network Manager', dan lain-lain.

Untuk memperbaiki ini, jika Anda tidak membutuhkan 'Journal' dari 'systemd'. Atau Anda cukup torelan untuk kehilangan beberapa log dari 'Journal' 'systemd', Anda bisa menghapusnya. Caranya, buka terminal, lalu jalankan perntah berikut:

sudo rm -rf /var/log/journal/*

Setelah Anda menghapus isi dari '/var/log/journal/' dengan perintah tersebut, reboot/restart komputer, seharusnya proses booting akan menjadi normal kembali. Silakan cek kembali isi dari '/var/log/boot.log'.


Update:
  • Jika Anda tidak mau kehilangan journal systemd Anda, coba untuk melakukan defragment pada log journal Anda dengan menjalankan perintah
    sudo btrfs filesystem defragment -rv /var/log/journal

Minggu, 26 Juni 2016

Mematikan hak akses root di Remix OS

Dalam tulisan Mengaktifkan Google Play Store di Remix OS for PC saya menjelaskan bagaimana cara mengakses baris perintah dengan akses root hanya dengan menekan kombinasi tombol 'Alt' dan 'F1' pada keyboard. Jika komputer kita mudah diakses atau dibuka orang lain, atau dipinjam misalnya, dan yang meminjam adalah orang yang mengerti tentang baris perintah, maka dia akan mempunyai hak penuh untuk memodifikasi sistem operasi kita, karena akses root di Android tidak dilindungi oleh password seperti halnya sistem operasi Linux yang lain (GNU/Linux).

Untuk mengantisipasi ini kita bisa menambahkan sebuah opsi saat booting. Dan opsi yang kita tambahkan adalah console=0.

Untuk membuat opsi ini permanen, kita bisa menambahkannya pada menu Grub seperti yang saya tulis pada tulisan Menginstall Remix OS di komputer yang sudah terpasang GNU/Linux, seperti berikut:

menuentry 'Remix OS (Android-x86)' --class android-x86 {
search --file --no-floppy --set=root /RemixOS/kernel
linuxefi /RemixOS/kernel root=/dev/ram0 androidboot.hardware=remix_x86_64 androidboot.selinux=permissive quiet SRC=/RemixOS DATA=/RemixOS/data/
initrdefi /RemixOS/initrd.img
}

Setelah ditambahkan opsi console=0 menjadi:

menuentry 'Remix OS (Android-x86)' --class android-x86 {
search --file --no-floppy --set=root /RemixOS/kernel
linuxefi /RemixOS/kernel root=/dev/ram0 androidboot.hardware=remix_x86_64 androidboot.selinux=permissive quiet SRC=/RemixOS DATA=/RemixOS/data/ console=0
initrdefi /RemixOS/initrd.img
}

Setelah selesai menambahkan opsi console=0, update Grub Anda.

Anda bisa mencoba hasilnya di Remix OS dengan menekan kembali tombol 'Alt + F1', jika berhasil menampilkan layar hitam baris kode pun, Anda tidak akan bisa mengetik apapun di sana.

Jika suatu saat Anda membutuhkan akses root, Anda hanya tinggal menghapus opsi console=0 saat boot. Tidak perlu mengubah lagi menu di Grub supaya Anda hanya mengaksesnya saat itu saja. Akses ini akan hilang lagi setelah Anda menjalankan ulang Remix OS.


Update:
  • Remix OS for PC sekarang telah discontinued karena Jide selaku pengembang lebih memilih untuk fokus di kelas enterprise, jadi lebih baik diganti dengan Phoenix OS. Cara install Phoenix OS bisa di baca di link berikut.

Jumat, 24 Juni 2016

Menambahkan mesin pencari DuckDuckGo ke Opera Mini

DuckDuckGo adalah mesin pencari favorit saya di komputer. Semua browser yang saya gunakan di komputer, seperti Opera dan Firefox saya atur supaya secara baku menggunakan DuckDuckGo ketika saya mengetik sesuatu di address bar untuk melakukan pencarian.

Kenapa DuckDuckGo, bukan Google seperti kebanyakan orang? Karena saya tidak mau mesin pencari yang saya gunakan terintegrasi dengan layanan lain yang saya gunakan. Saat menggunakan Google, ketika kita tidak sengaja sedang login, karena sedang memeriksa email misalnya, lalu kita melakukan pencarian, maka Google akan menyimpan data pencarian tersebut ke database mereka. Ini bisa dilihat dari iklan-iklan yang muncul ke hadapan kita, biasanya selalu berhubungan dengan hal-hal yang pernah kita cari.

Alasan lain adalah karena saya suka dengan tagline DuckDuckGo, "The search engine that doesn't track you." Walaupun mungkin hanya janji, setidaknya mereka tidak seperti Google yang terang-terangan melacak dan mengumpulkan data kita untuk kepentingan mereka. Dan mungkin data ini bisa juga bisa dimintai akses oleh badan milik pemerintah Amerika, karena Google adalah perusahaan yang berbasis di Amerika.

Kabar buruknya adalah di Opera Mini pilihan untuk melakukan pencarian di address bar hanya ada Google dan Wikipedia. Tapi kabar baiknya, kita bisa menambahkan DuckDuckGo ke dalam daftar pilihan ini.

Untuk menambahkan DuckDuckGo ke daftar mesin pencari di address bar Opera Mini sangat mudah, kita hanya perlu membuka alamat duckduckgo.com di address bar. Lalu klik/sentuh gambar bebek dengan tulisan DuckDuckGo di bawahnya yang akan membawa kita ke halaman About DuckDuckGo. Di halaman ini, di bagian paling atas ada sebuah tulisan "Try a search!"

Klik/sentuh tulisan "Try a search!" tersebut, yang akan membuatnya menampilkan sebuah kolom pencarian dengan tulisan "Search DuckDuckGo". Sentuh dan tahan kolom tersebut hingga muncul sebuah pop up menu dengan pilihan 'Select text' dan 'Add search engine'. Jika pilihannya bukan menu-menu tersebut, berarti Anda kurang tepat menyentuh kolomnya.

Klik/sentuh menu 'Add search engine'. Ini akan membawa sebuah pop up window untuk menamai search engine tersebut. Secara baku nama yang tampil di sana adalah "About DuckDuckGo". Hapus kata "About" beserta sebuah spasi setelahnya, sehingga menjadi "DuckDuckGo" saja. Lalu klik/sentuh tombol 'OK'. Selesai.

Sayangnya Opera Mini tidak memberi pilihan untuk membuat mesin pencari lain sebagai pilihan baku saat melakukan pencarian. Jadi ketika kita ingin menggunakan DuckDuckGo, kita harus terlebih dahulu memilihnya setelah menyentuh address bar untuk memunculkan virtual keyboard.

Sabtu, 04 Juni 2016

Menjalankan Zekr di openSUSE

Bulan Ramadhan segera tiba, saatnya mengisi hari-hari kita dengan amalan-amalan yang bermanfaat. Saatnya mengisi komputer kita juga dengan software yang bermanfaat. Tulisan ini akan menjelaskan cara menjalankan Zekr, software Al-Qur'an dengan terjemahan dan audio, di GNU/Linux, khususnya openSUSE.

Zekr bisa didownload dari zekr.org atau dari sourceforge.net/projects/zekr. Untuk openSUSE Leap 42.1, pilih Zekr untuk Linux 64bit, besar file sekitar 7,6 MB. Untuk openSUSE versi lain, jika menggunakan sistem 32bit, pilih Zekr untuk Linux 32bit, sekitar 7,5 MB. Setelah berhasil didownload, ekstrak file hasil download, lalu simpan di suatu direktori, saya menyimpannya di direktori ~/bin, jadi path-nya adalah /home/user/bin/zekr.

Install 'java'. Bisa install 'openjdk' dari repositori atau download dari website Oracle. Jika kita install 'openjdk' biasanya ada kalanya ketika kita ingin menghentikan audio, Zekr tiba-tiba freezing dan harus dipaksa ditutup (force close). Jika yang diinstall java dari Oracle, freezing ini tidak terjadi. Untuk menginstall java dari Oracle, download 'JRE' dari www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/jre8-downloads-2133155.html, atau jika Anda membutuhkan JDK untuk kepentingan development, download 'JDK' dari www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/jdk8-downloads-2133151.html.

Setelah menginstall 'java', cek juga apakah 'libwebkitgtk' sudah terinstall. Jika belum, install 'libwebkitgtk'. Ada dua versi 'libwebkitgtk', yaitu 'libwebkitgtk-1_0-0' dan 'libwebkitgtk-3_0-0'. Perbedaannya adalah, 'libwebkitgtk-1_0-0' menggunakan GTK2, sedangkan 'libwebkitgtk-3_0-0' menggunakan GTK3. Ini akan terlihat pada tampilan saat Zekr dijalankan. Salah satunya bisa dipilih untuk diinstall. Ini akan berpengaruh juga pada 'SWT' yang nanti digunakan pada Zekr.

Setelah 'java' dan 'libwebkitgtk' terinstall, jika kita menggunakan 'libwebkitgtk-1_0-0' sebenarnya Zekr bisa langsung dijalankan. Hanya terkadang mengalami crash pada saat-saat tertentu, seperti saat memasang 'recitation' atau 'translation'. Untuk mengantisipasinya, kita bisa mengganti file 'swt,jar' yang ada di direktori 'lib' pada direktori di mana Zekr tersimpan. Download 'SWT' dari www.eclipse.org/swt/. Jika kita memasang 'libwebkitgtk-3_0-0', download 'SWT' versi terbaru dari halaman tersebut. Jika yang kita pasang 'libwebkitgtk-1_0-0', cari Older version di bawah, lalu download versi 4.3.2, jangan yang lebih tinggi dari itu.

Ekstrak file hasil download, lalu cari file 'swt.jar' di dalamnya, salin atau pindahkan file tersebut ke direktori 'lib' dari direktori di mana Zekr tersimpan. Setelah itu, Zekr siap dijalankan dengan menjalankan file 'zekr.sh' dari dalam direktori di mana Zekr tersimpan. Atau kita bisa membuat file .desktop, supaya Zekr bisa dijalankan dari menu desktop kita. Caranya, buat sebuah file teks di '~/.local/share/applications' dengan nama 'zekr.desktop'. Isi file tersebut dengan
[Desktop Entry]
Categories=Education;Teaching;
Encoding=UTF-8
Name=Zekr
Comment=Multimedia Quran Study Software
Exec=/home/user/bin/zekr/zekr.sh
Icon=/home/user/bin/zekr/res/image/icon/open-book-256.png
Terminal=false
Type=Application

Ganti 'user' dengan path username sebenarnya yang Anda gunakan.

Setelah selesai, Zekr siap dijalankan. Untuk menambah 'recitation' dan 'translation' kita bisa mendownloadnya dari halaman resource Zekr dan memasangnya pada menu 'Tools' => 'Add'.

Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga semua amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin!


Update:

Sabtu, 21 Mei 2016

Perkiraan tanggal 1 Ramadhan 1437 H

Tidak terasa, sekarang kita sudah berada di pertengahan bulan Sya'ban. Artinya tidak lama lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Dan sekarang saatnya kita memperkirakan kapan kira-kira tanggal 1 Ramadhan 1437 H datang.

Saya biasanya melakukan ini dengan Stellarium. Untuk pengguna Linux, Stellarium biasanya sudah ada di repositori semua distro Linux, jadi tinggal pasang saja dari manajer paket distro Linux Anda. Untuk pengguna Windows, Anda bisa mengunduhnya dari halaman stellarium.org.

Dari 'pantauan' yang saya lakukan, bulan akan berada tepat di atas ufuk pada tanggal 5 Juni 2016, pukul 17:43 WIB, saat matahari terbenam dengan ketinggian sekitar kurang lebih 4 derajat. Karena sudah lebih dari 2 derajat, artinya pada tanggal 5 Juni 2016 malam, kita akan melaksanakan shalat Tarawih untuk pertama kalinya, dan keesokan harinya, tanggal 6 Juni 2016, kita akan mulai berpuasa.

Bagaimana dengan Idul Fitri?

Menurut 'pantauan' saya berikutnya, pada tanggal 4 Juli 2016 yang bertepatan dengan tanggal 29 Ramadhan, jika perkiraan 'pantauan' pertama benar, bulan belum terlihat. Artinya, pada tahun ini kita akan menggenapkan puasa selama 30 hari hingga tangga 5 Juli 2016. Dan pada tanggal 5 Juli 2016 malam, kita baru akan melaksanakan takbiran. Dan keesokan harinya, tanggal 6 Juli 2016, kita akan melaksanakan shalat Ied (Idul Fitri 1437 H).

Yang saya tulis pada tulisan ini hanya berdasarkan perhitungan saja. Pada praktiknya nanti, kita akan menunggu keputusan pemerintah yang kemungkinan akan melaksanakan sidang Isbat pada tanggal 5 Juni 2016 untuk menentukan awal Ramadhan dan tanggal 4 Juli 2016 untuk menentukan awal Syawal atau Idul Fitri.

Sabtu, 14 Mei 2016

Minimal install openSUSE dengan KDE Plasma 5 (atau GNOME 3?)

Ada dua tipe pengguna komputer, yang pertama adalah orang yang senang memasang banyak aplikasi di komputernya, walaupun mungkin aplikasi yang dipasang tidak terlalu dibutuhkan, atau mungkin juga ada aplikasi lain dengan fungsi serupa. Tipe kedua adalah orang yang senang komputernya dibuat seefektif mungkin. Dia hanya memasang aplikasi yang benar-benar dibutuhkan saja. Dan saya termasuk tipe kedua.

Saya akan menuliskan bagaimana cara saya memasang openSUSE dengan cara instalasi minimal. Sebenarnya ada cara lain memasang openSUSE supaya terpasang minimal, yaitu dengan membuat sendiri melalui situs Suse Studio. Tapi saya tidak menggunakan cara ini supaya instalasi yang dibuat tetap standar sesuai yang ada pada iso yang ada di website resmi openSUSE.

Kita bisa memilih untuk mendownload iso DVD standar atau iso instalasi jaringan (network installer). Saya biasa menggunakan iso DVD standar, supaya tidak perlu mendownload lagi paket-paket yang diperlukan saat melakukan instalasi nanti.

Langkah-langkahnya seperti biasa saja, kita mesti boot komputer ke disk drive atau USB, tergantung metode yang dipilih saat membuat bootable dari iso, apakah di-burn ke disk DVD atau ke flashdisk. Ikuti prosesnya, tinggal next-next saja hingga layar ringkasan instalasi. Di layar ringkasan instalasi, di sana ada pilihan untuk mengubah opsi Grub, Software dan lain-lain.

Di sini kita klik Software, untuk memilih beberapa paket dan juga menghilangkan beberapa paket lainnya. Di layar berikutnya setelah kita memilih 'Software' tadi, klik tombol 'Details' di sebelah kiri bawah layar. Hilangkan tanda centang (ceklis) pada Plasma 5 Desktop dan KDE Desktop Environment (atau GNOME Base System dan GNOME Desktop Environment, jika sebelumnya Anda memilih Desktop Environment GNOME).

Lalu pindah ke tab 'Search', ketik '-lang' pada kolom pencarian, lalu tekan enter. Pada layar hasil pencarian, klik kanan pada salah satu paket, pilih 'All in This List' lalu 'Do Not Install'. Ini akan menghilangkan tanda centang di semua paket yang ada di daftar tersebut.

Pindah ke tab 'Installation Summary'. Lalu klik menu 'Dependencies' di atas layar, kemudian hilangkan centang pada 'Install Recommended Packages'. Hati-hati jangan hilangkan centang 'Install Recommended Packages' sebelum pindah ke tab 'Installation Summary', karena ini akan menghilangkan banyak paket yang akan dipasang.

Setelah menghilangkan centang pada 'Install Recommended Packages', akan ada banyak paket pada tab 'Installation Summary' yang jadi tidak tercentang. Klik kanan pada salah satu paket (boleh yang tercentang atau yang tidak), pilih 'All in This List' lalu pilih 'Install'.

Setelah selesai dengan tab 'Installation Summary', pindah lagi ke tab 'Patterns'. Pilih (jangan dicentang) Plasma 5 Desktop atau GNOME Base System, tergantung Desktop Environment yang ingin kita pasang. Di sebelah kanan akan muncul paket-paket dari kategori tersebut. Jika Anda ingin memasang KDE Plasma 5, cari paket 'plasma5-session' dan 'sddm', centang keduanya. Jika Anda ingin memasang GNOME 3, cari paket 'gnome-session' dan 'gdm' pada kategori GNOME Base System, centang keduanya. Setelah itu, klik tombol 'Accept' di kanan bawah layar.

Dari sana, kita kembali ke layar ringkasan instalasi. Klik tombol 'Install' di kanan bawah layar, tunggu hingga proses instalasi selesai, lalu reboot (jalankan ulang) komputer setelah disk DVD atau flashdisk dicopot.

Setelah boot pertama kali, kita akan membuat 'zypper' hanya memasang paket yang dibutuhkan saja, tanpa memasang paket-paket rekomendasi. Caranya dengan mengedit file '/etc/zypp/zypp.conf' sebagai root. Dan karena kita memasang KDE Plasma 5 (atau GNOME 3) dengan cara minimal install, kita belum memiliki teks editor GUI, jadi kita harus melakukannya di terminal. Caranya, buka terminal 'XTerm' melalui menu KDE Plasma atau GNOME-Shell, lalu di dalam terminal, ketik sudo vi /etc/zypp/zypp.conf lalu masukkan password root/sudo kita, tekan tombol 'i' pada keyboard untuk masuk ke mode 'insert'. Cari baris # solver.onlyRequires = false, hilangkan tanda '#', lalu ubah isinya dari false menjadi true. Lalu cari juga baris # solver.allowVendorChange = false dan # solver.cleandepsOnRemove = false, lakukan hal yang sama (hapus tanda # dan ubah false menjadi true).

Setelah tiga baris tadi diubah, tekan 'Esc' pada keyboard untuk kembali ke mode perintah. Lalu ketik :wq lalu tekan 'Enter' di keyboard untuk keluar dari teks editor sekaligus menyimpan perubahan.

Untuk memasang paket melalui YaST tanpa memasang paket-paket rekomendasi, buka 'YaST' => 'Software Management'. Di jendela 'Software Management', klik pada 'Dependencies', lalu hilangkan tanda centang (ceklis) pada 'Install Recommended Packages'.

Sebelum kita bisa mulai memasang aplikasi-aplikasi tambahan, kita perlu menambahkan repository 'Packman' melalui 'YaST' => 'Software Repositories'. Di jendela 'Software Repositories', klik tombol 'Add' di kiri bawah, lalu pilih 'Community Repositories', klik 'Next'. Lalu centang 'Packman Repositories' kemudian 'Next'. Klik 'Trust' pada jendela pop up yang muncul. Tunggu hingga selesai.

Setelah selesai, kita bisa mulai memasang aplikasi-aplikasi yang kita butuhkan, di antaranya yang saya pasang adalah:

  • 'dolphin', file manajer KDE Plasma. Untuk yang menggunakan GNOME, saat instalasi openSUSE tadi, jika kita memilih GNOME, biasanya file manager Nautilus langsung ikut terpasang
  • 'kde-gtk-config5', untuk menyesuikan tampilan aplikasi GTK/GNOME di KDE
  • 'kwrite', teks editor. Untuk pengguna GNOME, pilih 'gedit'
  • 'plasma5-pa', volume kontrol untuk Plasma 5 yang sekaligus ikut memasang paket-paket 'pulseaudio'. Untuk pengguna GNOME, pilih saja paket 'pulseaudio' atau 'pulseaudio-module-X11'
  • 'yast2-sound', untuk konfigurasi audio melalui YaST, sekaligus juga memasang paket-paket 'alsa'
  • 'xdg-user-dirs', tanpa ini file manajer tidak akan otomatis membuat direktori-direktori yang diperlukan di homedir kita. Untuk pengguna GNOME, pasang juga 'xdg-user-dirs-gtk'
  • 'ark', arsip manajer. Untuk pengguna GNOME, pilih 'file-roller'
  • 'p7zip' dan 'unrar', untuk melengkapi arsip manajer
  • 'spectacle', untuk mengambil tangkapan layar desktop. GNOME biasanya sudah memiliki fitur ini tanpa harus memasang paket tambahan, tapi fitur yang dimilikinya hanya fitur dasar saja. Jika Anda ingin fitur yang lebih lengkap, pasang paket 'gnome-screenshot'
  • 'gwenview5', penampil gambar. Untuk pengguna GNOME, pilih 'eog'
  • 'okular', penampil dokumen PDF, djvu, dll. Untuk pengguna GNOME, pilih 'evince'
  • 'ffmpegthumbs', untuk menampilkan thumbnail video di file manajer. Untuk pengguna GNOME bisa memilih 'ffmpegthumbnailer', atau bisa juga dengan memasang pemutar video 'totem'
  • 'kfind', untuk mencari file atau folder dengan opsi-opsi spesifik. Untuk pengguna GNOME, pilih 'gnome-search-tool'
  • 'vlc', pemutar audio dan video. Untuk pengguna GNOME, jika sudah memasang 'totem', Anda tidak akan memerlukan ini. Tapi itu pilihan Anda untuk memasangnya atau tidak, hanya saja nantinya akan jadi ada dua pemutar video di sistem Anda
  • 'phonon4qt5-backend-vlc' untuk pengguna Plasma 5 yang menginstall VLC untuk mengintegrasikan VLC dengan KDE Plasma 5. Jika tidak menggunakan VLC, pilih 'phonon4qt5-backend-gstreamer'. Ini bisa membuat kita bisa memutar file audio dan video di panel informasi dolphin, atau memutar video di Gwenview5.
  • 'clementine', pemutar musik. Untuk pengguna GNOME, silakan pilih sendiri kesukaan Anda. Tapi Clementine sendiri bukan aplikasi KDE, jadi bebas dipasang di Desktop Environment apapun
  • 'gstreamer-fluendo-mp3', 'gstreamer-pugins-good' dan 'sni-qt', untuk melengkapi Clementine. Untuk pengguna GNOME yang memasang Clementine mungkin tidak perlu memasang 'sni-qt'
  • 'opera', browser internet. Kenapa tidak Firefox? Selain karena fitur Opera Turbo, juga Firefox lebih cocok untuk GTK, tampilannya tidak terlalu cantik di KDE. Sedangkan Opera lebih netral, mau di KDE atau pun GNOME, tetap seperti itu
  • 'libreoffice-writer', 'libreoffice-calc', 'libreoffice-impress' dan 'libreoffice-kde4'/'libreoffice-gtk3', tergantung mana yang lebih sesuai dengan Desktop Environment kita
  • 'kmahjongg' dan 'kpat', untuk hiburan. Di GNOME, permainan yang serupa dengan ini adalah 'gnome-mahjongg' dan 'aisleriot'

Selesai, sistem siap digunakan untuk pekerjaan harian.


Update:
  • Untuk instalasi minimal terbaru, silakan baca di sini.

Jumat, 06 Mei 2016

Mengaktifkan Google Play Store di Remix OS for PC

Sesuai janji saya di tulisan sebelumnya, saya akan menuliskan bagaimana cara mengaktifkan Play Store di Remix OS for PC, karena ketika pertama kali dijalankan, Remix OS tidak menyertakan Play Store. Jadi ketika ingin memasang aplikasi, kita harus melakukan sideloading dari file .apk yang didownload sebelumnya.

Sebenarnya layanan Google dasar, termasuk Play Store sudah terpasang di Remix OS for PC, hanya saja secara baku tidak diaktifkan. Karena untuk memasang layanan Google ini di sebuah perangkat, perangkat tersebut harus mendapatkan lisensi dari Google. Dan karena Remix OS for PC bisa dipasang di perangkat mana saja dan Jide selaku pembuat Remix OS for PC tidak mungkin mendaftar semua perangkat yang dipasangi Remix OS for PC, jadi Remix OS tidak bisa mengaktifkannya Play Store secara baku dan harus diaktifkan oleh pengguna yang menginginkannya.

Hingga saat ini ada dua cara untuk mengaktifkan Play Store di Remix OS for PC, pertama dengan GMS Activator, yang kedua dengan menjalankan beberapa perintah di terminal Remix OS for PC.

Saya tidak menggunakan cara pertama, karena saya tidak yakin dengan keamanannya. Karena selama melakukan pengaktifan, GMS Activator menghubungi sebuah atau beberapa server yang mungkin saja memasukkan malware ke dalam Remix OS for PC kita. Dan alasan berikutnya adalah karena cara pertama ini membutuhkan akses internet.

Untuk mengaktifkan Play Store dengan cara kedua, kita hanya perlu menekan tombol 'Alt' dan 'F1' secara bersamaan, untuk masuk ke layar baris perintah atau 'Command Line Interface' (CLI). Setelah itu kita jalankan beberapa perintah berikut:
pm list packages -d
Perintah di atas untuk melihat paket apa saja yang tidak aktif.

Aktifkan semua paket yang muncul dengan perintah pertama tadi dengan perintah berikutnya, yaitu:
pm enable com.android.vending
pm enable com.google.android.syncadapters.contacts
pm enable com.google.android.gms
pm enable com.google.android.gsf
pm enable com.google.android.partnersetup
pm enable com.google.android.feedback
pm enable com.google.android.syncadapters.calendar
pm enable com.google.android.gsf.login
pm enable com.google.android.backuptransport

Setelah selesai dengan perintah-perintah di atas, kita perlu menonaktifkan paket 'com.jide.apppolicy'. Jika tidak, semua paket google yang tadi kita aktifkan akan nonaktif kembali. Perintahnya adalah:
pm disable com.jide.apppolicy

Setelah selesai, lihat kembali paket apa saja yang sudah dinonaktifkan dengan perintah pertama:
pm list packages -d
Pastikan cuma 'com.jide.apppolicy' yang ada di dalam daftar paket nonaktif tersebut.

Setelah yakin bahwa yang tidak aktif hanya paket 'com.jide.apppolicy' nyalakan ulang komputer dengan perintah: reboot

Setelah komputer nyala kembali, kita bisa melihat Play Store di menu Remix OS for PC, dan kita bisa mulai memasang aplikasi favorit kita dari sana.


Update:
  • Remix OS for PC sekarang telah discontinued karena Jide selaku pengembang lebih memilih untuk fokus di kelas enterprise, jadi lebih baik diganti dengan Phoenix OS. Cara install Phoenix OS bisa di baca di link berikut.

Selasa, 03 Mei 2016

Menginstall Remix OS di komputer yang sudah terpasang GNU/Linux dengan EFI/GPT

Pada tulisan sebelumnya saya sudah menuliskan tentang cara menjalankan Remix OS di komputer yang sudah terpasang GNU/Linux. Pada saat itu saya mencobanya pada sistem dengan mode Legacy BIOS/MBR. Ketika minggu lalu saya mengubah sistem saya menjadi EFI/GPT, ternyata Remix OS gagal dijalankan.

Setelah sekitar lima hari saya mencoba beberapa konfigurasi, akhirnya di hari kelima saya berhasi kembali menjalankan Remix OS di sistem dengan EFI/GPT.

Seperti pada tulisan sebelumnya, prosesnya hampir sama. Pertama, ekstrak file .zip yang didownload dari halaman http://www.jide.com/remixos-for-pc, kali ini kita pilih yang 64-bit. Hasil ekstrak file .zip ini akan menghasilkan 3 file yang salah satunya adalah file .iso. Ekstak file .iso untuk menghasilkan sebuah folder yang di dalamnya ada beberapa file, di antaranya; kernel, initrd.img, system.img, ramdisk.img dan beberapa file lainnya.

Ubah nama folder tersebut menjadi 'RemixOS', lalu pindahkan ke sebuah partisi dengan filesystem ext4. Saya sebelumnya mencoba dengan BtrFS dan XFS dan ternyata Remix OS gagal boot karena tidak mengenali filesystem ini. Ini yang membuat saya butuh lima hari sampai bisa kembali menggunakan Remix OS dan sebelumnya saya tidak menyadarinya. Setelah dipindahkan, buat sebuah folder dengan nama 'data'.

Saya sengaja kali ini tidak membuat file 'data.img' dan memilih untuk membuat sebuah folder dengan nama 'data' supaya lebih mudah, dan Remix OS akan menggunakan ruang kosong yang ada di partisi tersebut. Jika file 'data.img' harus dibuat spesifik ukurannya, maka folder 'data' ini tergantung dari ruang kosong yang ada pada partisi tersebut.

Jadi sususnannya adalah seperti berikut:

  • /RemixOS/
  • /RemixOS/data/
  • /RemixOS/initrd.img
  • /RemixOS/kernel
  • /RemixOS/ramdisk.img
  • /RemixOS/system.img

Sementara file dan folder lainnya boleh dihapus atau boleh juga dibiarkan saja di sana.

Setelah itu kita buka /etc/grub.d/40_custom dengan teks editor sebagai root atau sudo dan tambahkan menuentry baru seperti berikut:

menuentry 'Remix OS (Android-x86)' --class android-x86 {
search --file --no-floppy --set=root /RemixOS/kernel
linuxefi /RemixOS/kernel root=/dev/ram0 androidboot.hardware=remix_x86_64 androidboot.selinux=permissive quiet SRC=/RemixOS DATA=/RemixOS/data/
initrdefi /RemixOS/initrd.img
}

Setelah menuentry ditambahkan dan disimpan, kita tinggal jalankan perintah untuk memperbarui GRUB dengan sudo update-grub atau sudo grub2-mkconfig -o /boot/grub2/grub.cfg, tergantung dari distro Linux apa yang kita gunakan.

Selesai, kita bisa menikmati Android di Laptop dengan EFI/GPT.

Tulisan berikutnya saya akan menunjukkan bagaimana caranya mengaktifkan layanan Google, supaya kita bisa memasang aplikasi dari Google Play Store.


Update:
  • Remix OS for PC sekarang telah discontinued karena Jide selaku pengembang lebih memilih untuk fokus di kelas enterprise, jadi lebih baik diganti dengan Phoenix OS. Cara install Phoenix OS bisa di baca di link berikut.

Selasa, 12 April 2016

Menginstall Remix OS di komputer yang sudah terpasang GNU/Linux dengan Legacy BIOS

Remix OS adalah sistem operasi berbasis Android yang salah satunya dibangun dari Android-x86 yang dinamai Remix OS for PC. Remix OS for PC ini sama dengan Android lainnya, hanya saja dia sudah mendukung sistem multi window yang akan membuat Android yang dijalankan di komputer lebih tampak seperti sistem operasi komputer daripada Android pada umumnya.

Karena dibangun dari Android-x86, maka Remix OS for PC bisa dipasang dan dijalankan di komputer dengan prosesor Intel atau AMD x86 atau x86_64. Oleh karenanya, hampir semua komputer atau laptop yang umum digunakan sekarang bisa dipasang Remix OS for PC.

Remix OS for PC bisa didownload dari halaman http://www.jide.com/remixos-for-pc, di sana ada pilihan yang bisa digunakan antara 32bit atau 64bit. PC keluaran sekarang biasanya sudah mendukung 64bit, jadi disarankan menggunakan yang itu.

Untuk pengguna Windows, pada file yang didownload dari halaman di atas sudah ada alat/software untuk menginstall Remix OS for PC di harddisk atau flashdisk, jadi bagi pengguna Windows tinggal ikuti saja instruksinya.

Untuk pengguna GNU/Linux, walaupun tidak ada dokumentasi resmi di website Remix OS tentang bagaimana cara menginstall Remix OS for PC di komputer bersistem operasi GNU/Linux, tapi bisa diakali dengan menggunakan cara yang lebih mudah.

Caranya adalah, pada file .zip yang didownload dari halaman di atas, jika sudah diekstrak, akan terdapat tiga file, diantaranya: file .iso Remix OS for PC, alat/software untuk memasang Remix OS for PC di harddisk atau flashdisk (untuk Windows) dan file ke tiga adalah cara menggunakan software tersebut.

Ekstrak file .iso Remix OS for PC, setelah itu ubah nama foldernya menjadi 'RemixOS' (tanpa tanda petik). Simpan folder tersebut di sebuah partisi harddisk, misal, saya menyimpannya di harddisk pertama partisi ke dua atau biasa disebut 'sda2'. Setelah itu kita tinggal menambahkan sebuah entri di Grub, dengan cara mengedit file /etc/grub.d/40_custom sebagai root.

Yang ditambahkan di file tersebut adalah seperti berikut ini:

menuentry "Remix OS" {
set root='(hd0,2)' # karena saya menyimpannya di sda2
linux /RemixOS/kernel root=/dev/ram0 androidboot.hardware=remix_x86_64 androidboot.selinux=permissive quiet SRC=RemixOS/ DATA= CREATE_DATA_IMG=1
initrd /RemixOS/initrd.img
}

Lalu update Grub.

Perintah update Grub mungkin tidak sama antara satu distro dengan distro lain, contoh, di openSUSE perintahnya adalah sudo grub2-mkconfig -o /boot/grub2/grub.cfg, sedangkan di Ubuntu adalah sudo update-grub. Anda bisa mencari di halaman wiki distro yang Anda gunakan.

Ketika pertama kali dijalankan, Remix OS for PC akan terlebih dahulu membuat sebuah file untuk menyimpan data di direktori 'RemixOS' yang tadi kita buat. Untuk melewati proses ini saat pertama kali kita menjalankan Remix OS for PC kita bisa membuatnya terlebih dahulu.

Cara membuat file 'data.img' adalah dengan membuka terminal, lalu 'cd' ke direktori 'RemixOS'. Atau jika Anda menggunakan file manager Dolphin (KDE), Anda bisa membuka direktori 'RemixOS' di Dolphin, lalu tekan 'Shift + F4' untuk membuka terminal dari dalam direktori tersebut.

Setelah terminal terbuka, jalankan perintah berikut:

dd if=/dev/zero of=data.img bs=1G count=8

Tunggu sampai proses pembuatan file selesai. Jika Anda ingin data lebih dari 8 GB, Anda tinggal mengubah nilai count-nya.

Setelah selesai, jalankan perintah berikutnya:

sudo mkfs.ext4 data.img

Setelah selesai dengan kedua proses tersebut, Remix OS for PC siap dijalankan. Reboot komputer Anda, saat masuk Grub, pilih entri 'Remix OS'.

Saat pertama kali dijalankan, mungkin akan sedikit lama saat tampil layar splash dengan tulisan 'Remix OS', ini karena Remix OS sedang menjalankan initial setup. Berapa lamanya layar splash tersebut sangat tergantung dari performa komputer yang digunakan. Tunggu saja hingga layar pengaturan bahasa muncul. Saat dijalankan berikutnya akan jauh lebih cepat.

Selesai, kita bisa menikmati Android tanpa harus membeli ponsel atau tablet yang biasanya harganya justru lebih mahal dari harga komputer atau laptop.

Tulisan berikutnya saya akan menunjukkan bagaimana caranya mengaktifkan layanan Google, supaya kita bisa memasang aplikasi dari Google Play Store.


Update:
  • Remix OS for PC sekarang telah discontinued karena Jide selaku pengembang lebih memilih untuk fokus di kelas enterprise, jadi lebih baik diganti dengan Phoenix OS. Cara install Phoenix OS bisa di baca di link berikut.